"ikatlah pengetahuan dengan menuliskannya, dan kembangkan dengan menyebarkannya"
28 November 2007
Pageblug
Istilah itu pertama kali saya dengar dari seorang teman kira-kira tahun lalu. Sebenarnya bukan istilah baru, cuma saya saja yang kuper dan tidak pernah mendengar istilah itu sebleumnya. Saya terkekeh-kekeh mendengarnya. Istilah yang lucu kedengarannya. Konotasi yang segera muncul adalah kata-kata 'geblug', 'goblog', 'bodoh', 'dungu' yang semuanya mengacu pada satu hal yakni: 'ketidaktahuan'. Kami sedang membicarakan tentang merebaknya penyakit di Indonesia. Saat itu tengah marak pemberitaan tantang kasus flu burung yang mengakibatkan banyak orang meninggal. Teman saya itu menyebutkan, justru dengan kemajuan teknologi dan pengetahuan sekarang ini manusia dihadapkan pada banyak persoalan baru. Penyakit yang aneh-aneh ditemukan, dan repotnya pengetahuan tentang penyakit yang baru-baru ini justru nampaknya membuat manusia semakin dilingkupi perasaan khawatir. Kalau dulu, katanya, orang meninggal tanpa diketahui penyebabnya secara jelas biasa diistilahkan "pageblug", singkatnya kematian yang bukan karena usia tua, bukan kecelakaan, bukan pembunuhan, bukan bunuh diri dan bukan juga karena penyakit-penyakit yang umum diderita orang. Jadi ada satu kata yang bisa digunakan untuk menyebut kematian yang aneh itu yaitu PAGEBLUG. Sederhana saja: pokoknya tahu-tahu mati.
Ilmu pengetahuan berkembang, berbagai macam virus ditemukan, dan serum anti virusnya pun dihasilkan. Bukannya membuat manusia makin tenang dan damai, justru penemuan-penemuan itu membuat manusia hidup dalam situasi yang kian mencekam. Berbagai anjuran untuk menghindari tertularnya virus-virus penyebab penyakit itu dikemukakan. Jangan makan daging burung, jangan pelihara unggas, unggas harus dimusnahkan, hati-hati memakan telur, dan lain sebagainya. Ini semua membuat hidup semakin terpenjara. Mau makan ini takut, makan itu ngeri, pergi ke sana ada kotoran unggas, pergi ke sini ada ayam yang sudah tampak malas hidup. Menonton TV ada berita penyebaran virus flu burung, membaca surat kabar yang terpampang berita pemusnahan unggas di suatu daerah. Padahal kalau soal kematian yang tidak jelas itu sudah ada sejak dulu dan istlahnya sederhana yaitu PAGEBLUG.
Saya jadi teringat sebuah ungkapan bijak: "kadang-kadang tidak mengetahui itu lebih baik daripada mengetahui". Mengetahui sesuatu kadang-kadang membuat kita tersiksa? Kemudian teringat juga sebuah film kocak: "The Gods Must be Crazy". Di film ini pada bagian intronya digambarkan bagaimana kontrasnya derap kehidupan di dua tempat yang berbeda: di kota besar yang modern di United States dengan segala perlengkapan elektroniknya dan di sebuah desa kecil terpencil jauh dari kemajuan teknologi di salah satu bagian Afrika. Di tempat yang satu, manusia begitu hiruk pikuk, terburu-buru dan tersiksa dengan berbagai urusan serta stres berkepanjangan, harga saham yang sulit diprediksi, kerugian yang membayangi bisnis, target pekerjaan yang harus diselesaikan. Sementara di tempat yang lainnya kehidupan berjalan begitu indahnya, tenang, lambat, orang-orang berkumpul bersama keluarga, duduk menunggui ternak yang sedang makan dan penuh keharmonian dengan alam sekitarnya.
Ditulis oleh
Khairul Basar