16 August 2007

Musim panas dengan kelembaban yang tinggi

Beberapa hari terakhir ini temperatur udara di Jepang sangat tinggi. Sejak sekitar seminggu yang lalu, suhu udara di siang hari berkisar antara 33-36 C. Bahkan hari kemarin dilaporkan bahwa suhu udara mencapai 40 C di siang hari di daerah Gunma. Tahun ini memang diprediksi sebagai tahun yang terpanas. Suhu tinggi bukan hanya terjadi di siang hari, malam haripun tetap tinggi meski sedikit lebih rendah dari siang hari.

Suhu udara yang tinggi ditambah pula dengan kelembaban udara yang tinggi. Malam hari pun kelembaban tetap tinggi. Sumuk, kalau istilah orang Jawa. Akibatnya hari-hari belakangan ini benar-benar merupakan hari yang berat dan membuat lelah. Kelembaban udara yang tinggi membuat tubuh basah berkeringat. Keringat tidak mudah menguap dan tubuh tidak mudah dingin akibatnya kita merasakan seolah-olah suhu udara lebih tinggi dari suhu sebenarnya.

Bayangkan saja, dengan kelembaban udara yang mencapai 70-80% (malam hari biasanya lebih tinggi dari siang), maka suhu udara yang kita rasakan 'seolah-olah' lebih tinggi sekitar 5-7 derajat dari suhu udara yang sebenarnya. Yang saya maksudnkan dengan "suhu udara yang sebenarnya" adalah yang tercatat pada termometer.