Setelah hari Rabu tanggal 15 dilaporkan suhu udara mencapai 40.4 C di daerah Gunma, keesokan harinya (Kamis) ternyata tercatat lagi suhu udara yang lebih tinggi di Jepang, yaitu mencapai 40.9 C yang terjadi di daerah Gifu. Ini merupakan suhu tertinggi yang pernah tercatat di Jepang.
Sebelumnya, suhu udara tertinggi terjadi pada tahun 1933 yang mencapai 40.8 C di daerah Yamagata.
Sebagaimana diperkirakan sejak awal tahun ini, tahun ini merupakan tahun terpanas. Suhu udara rata-rata di seluruh tempat di permukaan bumi rata-rata mengalami peningkatan. Barangkali gejalanya sudah mulai terasa sejak musim dingin akhir tahun lalu, yang merupakan musim dingin yang relatif hangat di banyak tempat. Di daerah Kanto Jepang saja, suhu udara naik sekitar 4-5 C dibandingkan musim dingin sebelumnya. Bahkan di Moskow diberitakan sama sekali tidak turun salju.
Jepang memang tengah mengalami puncak musim panas pada beberapa hari belakangan ini. Puncak musim panas kali ini yang diikuti dengan gelombang panas tersebut telah menyebabkan 13 orang meninggal dunia (umumnya lansia) akibat heatstroke, yaitu stroke akibat tingginya temperatur.
Diperkirakan oleh Badan Meteorologi Jepang, akhir pekan ini suhu udara mulai turun dan akan kembali normal. Hari ini, di daerah sebelah utara (Hokkaido dan Tohoku) suhu udara sudah cenderung turun. Daerah Kanto mungkin baru besok sementara Jepang Barat dan Kyushu menyusul.