18 June 2007

Hukum-hukum alam



Ada yang bilang penelitian dalam bidang fisika progressnya sudah lambat dan ini mengindikasikan bahwa katanya sekitar 99% dari hukum-hukum alam telah dapat dijelaskan dan penelitian-penelitian fisika sekarang ini hanya tinggal menambah ketelitian hasil sebelumnya saja. Ini disampaikan oleh seorang teman saya yang saya jumpai saat diskusi yang diselenggarakan PPI Ibaraki di Tsukuba pada tanggal 16 Juni yang lalu. Teman saya ini mengutip rekannya yang katanya adalah seorang yang berkecimpung dalam bidang fisika (dosen fisika? ataukah orang yang pernah kuliah di Program Studi Fisika? ataukah seorang guru Fisika?).


Komentar pertama yang saya sampaikan adalah: Bagaimana mungkin kita tahu bahwa yang telah kita capai adalah sekian persen jika kita tidak pernah tahu seberapa batas yang disebut seratus persen? Ini juga dipengaruhi dengan apa yang kita maksudkan dengan istilah FISIKA itu sendiri, dan apa yang kita maksudkan dengan PENELITIAN DALAM BIDANG FISIKA.

Saya ingat pendapat seperti yang disampaikan oleh rekan saya telah pernah saya tanyakan 14 tahun yang lalu saat saya pertama kali masuk Fisika, tepatnya saat mengikuti penataran. Dalam sesi diskusi dengan dipandu oleh Dr. Idam Arif, saya pernah menyebutkan bahwa hukum-hukum fisika telah establish. Tentu saja apa yang saya sebutkan itu langsung dibantah oleh Dr. Idam. Secara garis besar ia menyebutkan bahwa kalau ukuran yang kita sebut sebagai Fisika adalah berdasarkan mekanika klasik Isaac Newton, mungkin saja kita melihat bahwa hukum-hukum alam telah establish sejak jaman Newton. Tapi Fisika tidak hanya itu. Saat itu saya hanya bengong saja dan tidak mengerti apa yang ia maksudkan.

Saat kuliah S1, ada satu slogan yang menarik yang pernah saya temui. Slogan ini adalah slogan bulletin mahasiswa fisika QUARK (yang sayangnya frekuensi penerbitannya rendah sekali). Slogan itu adalah: DARI DUNIA ATOM SAMPAI ALAM SEMESTA. Menurut saya inilah memang topik yang diteliti oleh para Fisikawan. Secara umum Fisika adalah mempelajari benda, maka segala benda adalah topik pengamatan dan penelitian dalam bidang FISIKA. Gerak benda-benda besar mungkin saja telah terdeskripsi dengan baik melalui hukum-hukum gerak Newton, tapi belakangan terbukti bahwa hukum-hukum gerak Newton itu tidak dapat digunakan untuk memahami benda-benda kecil dalam level atom dan tingkat yang lebih kecil lagi (partikel-partikel elementer).

Kalau kita mengambil acuan bahwa ilmu Fisika adalah sebagaimana yang kita pelajari sewaktu di sekolah menengah (SMP dan SMA), maka memang apa yang kita pelajari itu TIDAK BERUBAH SEJAK PULUHAN TAHUN YANG LALU. Tapi, itu tadi apakah memang hanya itu yang disebut FISIKA? Apakah hukum-hukum alam hanya diwakili oleh persamaan dinamika menurut Newton? Menurut saya, itu memang salah satu bagian kecil dari Ilmu Fisika, namun di luar itu masih banyak (bahkan teramat banyak) yang terus menerus dieksplor oleh para ilmuwan.

Dalam perspektif keimanan, disebutkan bahwa ilmu yang telah diketahui manusia secara keseluruhan hanyalah sebagian kecil saja dari ilmu Al 'Alim, Allah. Dan kita tidak pernah dapat tahu seberapa batas ilmu Allah itu. Diibaratkan seperti kita mencelupkan ujung jari kita ke air laut lalu mengangkatnya, maka ilmu manusia itu bagai air yang tertinggal di jari kita sedangkan ilmu Allah meliputi keseluruhan air yang ada di lautan tersebut. Jika kita tidak pernah tahu batas ilmu Allah, maka akan sangat sombong bila kita menyebutkan bahwa kita telah tahu sekian persen dan hanya tinggal sekian persen yang belum kita tahu. Sungguh, bagi saya itu merupakan pernyataan yang sombong dan juga mencerminkan ketidaktahuan.