Dalam sebuah hadits yang terdapat dalam kitab Bukhari, diriwayatkan oleh Abu Musa disebutkan bahwa ketika Rasulullah SAW ditanyakan siapakah yang Islamnya paling baik atau dengan kata lain siapakah Muslim yang paling baik? Rasulullah menjawab bahwa Muslim yang paling baik adalah Muslim yang menjaga diri dari menyakiti tetangganya baik dengan lidah maupun dengan tangan.
Rasulullah tidak menyebutkan ibadah vertikal: shalat, puasa, zakat dan haji sebagai ukuran kualitas seorang muslim, melainkan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dengan sesama manusia atau dikenal dengan istilah hablumminannas. Ibadah vertikal yang merupakan jalan yang dicontohkan Rasulullah untuk mendekatkan diri kepada Allah harus memberikan hasil yang nyata pada hubungan dengan sesama manusia.
Banyak sekali hadits Nabi yang menekankan pentingnya mewujudkan ibadah vertikal dalam kehidupan sehari-hari saat berhubungan dengan sesama manusia. Dalam hadits yang lain disebutkan bahwa Rasulullah mengatakan bahwa yang tidak menunjukkan kasih sayang kepada sesama manusia tidak akan mendapat kasih sayang dari yang di langit (Allah).
Kembali ke hadits yang pertama, muslim yang baik haruslah menunjukkan kualitas yang baik dengan berperilaku baik dengan tetangga. Dalam hadits ini disebutkan tetangga, namun maksudnya pasti bukan hanya orang yang bertempat tinggal di dekat kita, tapi siapapun juga. Orang lain yang paling dekat dengan kita secara fisik tidak lain adalah tetangga kita. Tetangga inilah orang yang sehari-harinya berhubungan dan berinteraksi dengan kita. Jika kita telah dapat menahan diri dari menyakiti tetangga kita baik secara ucapan maupun perbuatan, maka bisa diharapkan biasanya kepada orang yang lebih jauh kita akan juga dapat melakukan hal yang sama.
Ada dua hal yang harus kita jaga dalam berinteraksi dengan tetangga (orang lain), dan hal ini disebutkan dalam hadits Rasulullah tersebut, yaitu: lidah dan tangan. Lidah menggambarkan ucapan atau kata-kata, sedangkan tangan berarti perbuatan. Dua hal inilah yang memang sering sekali berpotensi menyakiti orang lain. Ucapan, bahkan sering dikatakan lebih tajam dari pedang. Dengan hadits ini Rasulullah mengingatkan agar kita selalu menjaga lidah kita dari menyakiti perasaan orang lain. Tangan, yang berarti perbuatan juga sangat mudah menyebabkan orang lain tersakiti.
Wallahu a'lam