Dalam Al Quran surat Al Ankabut ayat 8, Allah berfirman:
Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepadaKu-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
Berikut ini adalah komentar ayat tersebut oleh Maulana Muhammad Ali:
Ayat ini meletakkan pentingnya kepatuhan kepada kedua orangtua, namun juga mengingatkan akan hal yang lebih penting dari kewajiban tersebut. Jika suatu kewajiban berseberangan dengan kewajiban lain yang lebih tinggi, maka yang pertama harus dikorbankan demi yang lain.
Hal ini berhubungan dengan kisah sahabat Nabi, yaitu Sa'ad bin Abi Waqash saat memeluk Islam. Ibunya mengancam tidak akan makan dan minum sampai Sa'ad kembali ke kepercayaan semula. Tentu saja Sa'ad memilih tetap dalam kepatuhannya kepada perintah Allah meskipun dengan demikian ia mengabaikan kewajiban mematuhi orangtuanya. Ini adalah sebab turunnya ayat tersebut.
Di ayat tersebut dijelaskan bahwa kepatuhan terhadap orangtua hanya dikalahkan oleh kepatuhan kepada Allah. Juga bagaimana kita menyikapi dua macam kewajiban yang mungkin pada satu saat saling bertentangan. Memilih kebenaran, itulah yang seharusnya kita lakukan.