18 October 2015

Tiga Ujian Saringan ala Socrates

Nabi mengajarkan agar melakukan tabayyun (konfirmasi) bila kita menerima informasi tentang suatu hal (terutama yang menyangkut orang). Selain itu ditekankan pula untuk menghindari ghibah (menggunjing) dan memfitnah.

Sekarang banyak sekali informasi yang tersebar, mengikuti jaman yang serba online ini. Siapa saja bisa ikut menyebarkan informasi. Di antara informasi yang beredar luas dan cepat itu ada yang benar tapi tidak sedikit yang sampah. Ada yang benar dan berguna, tapi ada juga yang benar namun tak berguna. Kita perlu hati-hati menyaring informasi yang kita terima apalagi untuk kemudian menyebarkannya kepada orang lain.

Terkait masalah penyaringan informasi, dikenal cara Socrates untuk menyeleksi apa yang dapat kita terima. Cara ini bisa diringkaskan dengan tiga kata: BENAR, BAIK, BERGUNA.
Konon seseorang datang kepada Socrates dan bermaksud menyampaikan suatu informasi tentang temannya. Sebelum Socrates setuju untuk mendengar cerita itu, ia mengajukan pertanyaan saringan kepada si pembawa informasi tersebut:

Socrates (S): “Apakah kau yakin bahwa informasi yang akan kau sampaikan ini BENAR?”
Pembawa Informasi (PI): “Aku tidak yakin, justru aku bermaksud mengetahui kebenarannya dengan menyampaikan padamu.”
S: “Jadi kau bermaksud menceritakan sesuatu hal tentang temanku yang belum pasti kebenarannya? Baiklah mungkin pertanyaan kedua dapat memberikan alasan agar aku dapat mendengan ceritamu itu. Apakah yang akan kau sampaikan itu sesuatu yang BAIK?”
PI: “Tidak, ini sesuatu yang buruk”
S: “Jadi kau bermaksud menceritakan sesuatu hal yang buruk tentang temanku yang bahkan kau tidak yakin dengan kebenarannya? Baiklah sekarang pertanyaan ketiga mungkin akan memberikan alasan yang kuat bagiku untuk mendengar ceritamu. Apakah yang akan kau ceritakan padaku itu adalah sesuatu yang BERGUNA bagiku?”
PI: “Nampaknya tidak”
S: “Sebaiknya kau tidak usah menceritakannya padaku dan aku tidak mau mendengarnya. Informasi yang kau bawa itu TIDAK BENAR, TIDAK BAIK dan TIDAK BERGUNA”