Sekarang siapapun bisa mengaktualisasikan diri di media yang dapat diakses oleh banyak orang. Kalau dulu, mungkin media seperti ini berkembang dari yang sederhana: selebaran, pamflet, koran, majalah, jurnal dlsb. Surat kabar sekarang sudah ada pula versi online nya. Surat kabar yang berawal dari versi hard namun berkembang sekarang dan memiliki versi online. Isi dan berita yang ditampilkan di surat kabar (baik versi cetak maupun versi online) di bawah tanggung jawab Pimpinan Redaksi.
Sekarang ini berkembang versi blog. Dalam blog ini orang pribadi bisa menulis apapun yang ia inginkan. Jadi tiap orang menjadi pimpinan redaksi bagi medianya. Dan dengan sifatnya yang online, sebenarnya ini tidak lain dari media massa juga karena semua orang bisa saja mengaksesnya.
Perkembangan dunia informasi dan internet memberikan kemudahan bagi siapa saja untuk mendapatkan informasi. Informasi tersedia begitu berlimpah. Sayangnya, kebanyakan informasi yang tersedia dan berlimpah tersebut adalah sampah dan tidak dapat dipertanggung jawabkan isinya. Untuk menggunakan sumber informasi di internet sebagai rujukan haruslah benar-benar selektif.
Sekarang pun seperti itu, semua orang yang memiliki akses internet bisa membuat tulisan. Terlepas dari kualitas tulisan yang ia buat. Trend yang terjadi belakangan ini juga sering sekali orang ikut menyebarkan suatu tulisan atau berita di media sosial yang padahal validitas isinya belum teruji atau bahkan termasuk kategori sampah.
Informasi begitu kencang berseliweran di sekitar kita. Ini membuat kita terkadang bingung karena tidak jarang satu informasi bertentangan dengan informasi yang lain dan kita sulit memilahnya mana yang benar.