Masalah demografi
Jepang, seperti halnya banyak negara maju di Eropa menghadapi persoalan rendahnya angka pertambahan penduduk. Saat ini angka kelahiran di Jepang hanya sekitar 1.2 orang per wanita (BBC). Padahal untuk sekedar mempertahankan jumlah penduduk paling tidak dibutuhkan angka kelahiran sama dengan 2. Dengan angka kelahiran yang sangat rendah ini, diperkirakan dalam kurun waktu 50 tahun ke depan, penduduk Jepang hanya tinggal separuh saja dari yang ada sekarang.Umukikai
Berkaitan dengan masalah demografi tersebut, beberapa hari yang lalu Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Yanagisawa menyampaikan keprihatinannya dalam sebuah pertemuan di Shimane. Namun dalam menyampaikan keprihatinannya itu, Yanagisawa menggunakan kata-kata yang menyinggung kalangan wanita Jepang. Yanagisawa menyebutkan (dalam bahasa Jepang tentunya) yang artinya: "The number of birthing machines and devices is fixed. All we can ask is for them to do their best (Jumlah mesin anak dan perlengkapannya tetap, yang bisa kita lakukan adalah meminta mereka melakukan sebaik-baiknya)." Tentu saja penggunaan istilah "umukikai" ini mendapat protes dari para wanita Jepang. Salah seorang politisi bahkan menyebutkan "masalah yang dihadapi pemerintah semestinya tidak dibebankan kepada para wanita.Hari ini diberitakan bahwa Menteri Yanagisawa telah menyampaikan permintaan maafnya secara terbuka. Juga diberitakan pertemuan menteri dengan beberapa tokoh politik dari kalangan wanita yang menyampaikan protes mereka.