01 November 2006

Halloween, sampai juga di Mito






Sewaktu saya melintasi jalan utama depan stasiun Mito pada hari Minggu sore 29 Oktober yang lalu, saya dikejutkan dengan berbagai atribut aneh yang banyak dipakai oleh anak-anak kecil di pinggir jalan Route 50. Terlihat ada bekas kegiatan pada siang harinya dan anak-anak ini, beserta orangtua mereka baru saja megikuti kegiatan tersebut. Setelah beberapa lama dan mengamati kostum yang dikenakan anak-anak tersebut, baru saya sadari bahwa mungkin mereka ini mengikuti acara peringatan Halloween. Anak-anak ini lengkap menggunakan kostum ala penyihir dengan jubah panjang hitam dan topi kerucut yang tinggi.


Ah, ternyata Halloween sampai juga ke masyarakat Jepang. Tapi ternyata, setelah saya coba mencari informasi di internet, Halloween itu seharusnya pada tanggal 31 Oktober malam.

Apa sih sebenarnya Halloween itu? Berikut ini beberapa informasi yang saya peroleh dari internet.

Halloween asalnya adalah dari kegiatan Gereja Katolik. Kata Halloween berasal dari istilah "All Hallows Eve". Dahulu, pihak Gereja Katolik memperingati tanggal 1 November sebagai hari "All Hallows Eve" atau "All Hallows Day" atau "All Saints Day" dengan tujuan menghormati arwah para Saint yang sudah meninggal. Tak bisa dipungkiri bahwa tradisi yang dilakukan oleh Gereja Katolik ini berakar pada kepercayaan masyarakat pagan Eropa. Legendanya menyebutkan bahwa roh orang yang mati pada tahun tersebut berkelana kembali ke dunia untuk mencari tubuh agar dapat kembali hidup di dunia (dengan tubuh baru) pada tahun berikutnya. Tentu saja, orang-orang di dunia tidak menginginkan tubuh mereka digunakan oleh para roh itu sehingga pada malam tanggal 31 Oktober mereka melakukan berbagai kegiatan untuk menakut-nakuti roh-roh itu agar tidak datang ke tempat mereka. Banyak cara yang dapat dilakukan misalnya dengan tidak menyalakan lampu, tetap dalam keadaan kedinginan, mengenakan kostum yang menyeramkan, berkumpul bersama para tetangga dan membuat keramaian dan lain sebagainya. Tujuannya satu, yaitu untuk menakut-nakuti dan mengusir para roh dari tempat mereka. Budaya pagan ini kemudian diteruskan oleh budaya Romawi dan pada gilirannya diadopsi oleh pihak Gereja Katolik.

Karena asalnya yang dari budaya pagan Eropa, maka tak heran jika peringatan Halloween ini umumnya dilakukan oleh masyarakat Eropa dan keturunannya (Amerika dan Australia). Ternyata sekarang ini masyarakat di beberapa tempat di Asia seperti di Jepang dan Filipina juga mulai merayakan Halloween ini. Ini mungkin karena serbuan budaya dan tiru meniru saja.