Untuk mencapai lokasi air terjun tersebut, tidaklah sulit. Sehari sebelumnya saya telah mencoba mencari melalui internet transportasi umum yang dapat digunakan untuk menuju lokasi. Hasilnya: dari Mito Eki menuju ke Fukuroda Eki menggunakan Suigun Line dan selanjutnya dari Fukuroda Eki menuju lokasi air terjun menggunakan bus. Yah, karena terbayang tidak akan sulit, maka saya bulatkan tekad untuk berangkat mengikuti petunjuk internet tersebut.Kereta Suigun Line dari Mito Eki berangkat jam 9.23. Kereta ini tujuan akhirnya adalah Koriyama. Setelah satu jam lebih sedikit, tepatnya jam 10.32 tibalah saya di Fukuroda Eki, dan bus dengan tujuan ke lokasi air terjun telah siap berangkat, karena jadwalnya 10.35. Bus ini nampaknya memang hanya melayani rute Fukuroda Eki -- Fukuroda no taki. Perjalanan dengan bus tidaklah lama, sekitar 10 menit saja karena memang jarak dari Fukuroda Eki ke Fukuroda no taki tidaklah jauh, mungkin hanya sekitar 4 km saja. Fukuroda Eki adalah sebuah stasiun yang kecil. Sangat jauh dibandingkan dengan stasiun-besar seperti di daerah Tokyo. Apalagi, jalur kereta Suigun Line juga bukanlah jalur yang ramai.



Dari halte akhir bus, saya berjalan menuju pintu masuk. Untuk dapat masuk ke lokasi dan melihat air terjun, pengunjung dikenai biaya 300 yen. Dari tempat penjualan karcis ini, pengunjung memasuki terowongan untuk menuju lokasi air terjun. Terowongan ini menembus tebing yang melingkupi air terjun tersebut. Kalau dari tempat parkir kendaraan, memang air terjun tidak terlihat sama sekali karena berada di balik bukit yang ditembus terowongan tersebut. Tidak jauh melewati terowongan itu untuk mencapai lokasi air terjun, mungkin sekitar 5 menit berjalan kaki dan sampailah para pengunjung ke sebuah balkon yang dibuat tepat berhadapan dengan air terjun. Pemandangan yang luar biasa melihat air terjun dari jarak mungkin sekitar 15 meter. Di balkon inilah, para pengunjung dapat berfoto dengan mengambil latar belakang air terjun tersebut. Tentu saja, kalau terlalu lama berada di tempat tersebut tubuh kita bisa basah karena percikan air yang berterbangan di mana-mana.
Di bagian lain terowongan, terdapat juga pintu untuk melihat air terjun dari sisi yang berbeda, namun tempatnya tidak sebesar balkon utama. Orang-orang juga berfoto di tempat ini tapi karena tempatnya yang tidak terlalu besar, biasanya orang segera beranjak baik kembali ke dalam terowongan ataupun meneruskan perjalanan melalui jembatan melintasi sungai. Di seberang sungai terdapat tangga untuk mendaki hingga ke atas tebing hingga kita bisa melihat air terjun tersebut dari atas. Cukup melelahkan mendaki tangga yang banyak tersebut, apalagi kita harus berhati-hati karena meskipun cukup aman tapi anak tangga yang basah dan banyak daun-daun kadang-kadang membuat jalan menjadi licin. Walaupun tidak sampai ke tempat yang paling tinggi, namun telah sangat melelahkan sehingga saya memutuskan untuk kembali turun setelah melihat bagian atas air terjun tersebut. Sangat indah. Beberapa bagian tumbuh-tumbuhan di tebing-tebing sungai dan air terjun telah berubah warna menjadi kuning dan merah, namun memang belum banyak sehingga warna hijau masih dominan.