Ada seorang laki-laki di Inggris yang tetap bekerja meskipun telah berusia 100 tahun. Bukan main...., 100 tahun. Orang ini bekerja sebagai seorang mekanik di perusahaan pipa di London. Ketika usianya 97 tahun, ia telah mencoba pensiun tapi ternyata ia tidak betah bila tidak melakukan pekerjaan sehingga kemudian ia kembali bekerja. Kebosanan, katanya, adalah pembunuh terbesar manusia. Ia pun menyingkirkan kebosanan itu dengan bekerja.
Menikmati pekerjaannya, itulah yang nampaknya membuatnya dapat terus beraktifitas meskipun pada usia yang sangat tua. Berlibur, yang bagi banyak orang sangat penting untuk menyegarkan diri setelah bekerja, baginya tidak perlu. Apalagi jika harus berpergian ke luar negeri dengan biaya yang sangat banyak. Simak pendapatnya tentang berlibur: "Anda sebenarnya cuma menghabiskan banyak uang untuk sesuatu yang bisa anda lakukan di sini. Saya sendiri sedang berlibur di sini. Saya bangun tiap pagi dan bahagia dengan apa yang saya lakukan."
Ternyata itu falsafahnya. Ia menikmati pekerjaannya, menikmati kesibukannya sehingga beraktifitas bukanlah sesuatu yang memberatkannya. Dengan menikmati aktifitasnya, sama artinya ia menikmati liburan. Pantas saja ia langsung terserang kebosanan begitu berhenti dari pekerjaannya. Jadi, dengan bekerja dan beraktifitas, ia juga telah berlibur.