23 August 2006

Tentang kelompok Submitter

Pernah dengar nama Rashad Khalifa? Orang ini adalah seorang kelahiran Mesir yang menulis terjemahan Al Quran. Di kalangan umat Islam umumnya, RK lebih dianggap sebagai pendusta. Terjemahan Al Quran yang ditulisnya berjudul "Quran the Final Testament Authorized English version". RK menganggap dirinya sebagai Messenger of God.

Dalam terjemahan yang ditulisnya ditonjolkan permainan angka-angka yang diyakininya sebagai salah satu mukjizat Al Quran.RK mendirikan sebuah organisasi yang bernama United Submitter International. Dalam pandangannya Submitter (yang dalam bahasa Arab dikatakan sebagai Muslim) adalah mencakup banyak kelompok keagamaan. Artinya Submitter ini mencakup penganut Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Budha dan lain-lain yang mengakui keesaan Tuhan.

RK beranggapan bahwa mengikuti Sunnah Nabi merupakan suatu kesesatan. Hadits dan Sunnah dikatakan merupakan inovasi syetan (satanic innovations), sebagaimana dikatakan dalam suatu tulisan (http://www.submission.org/had-sunna.html):

Hadith and Sunna are satanic innovations becausethey:

[1] defy the divine assertions that the Quran is complete, perfect, fully detailed, and shall be the only source of religious guidance (6:19, 38, 114 & 45:6-7),
[2] blaspheme against the Prophet and depict him as a vicious tyrant who did not uphold the Quran, and
[3] create false doctrines based on superstition, ignorance, and indefensible nonsensical traditions. The prophet Muhammad was enjoined, in very strong words, from issuing any religious teachings besides the
Quran (69:38-48).
Meskipun menolak sama sekali hadits-hadits Nabi Muhammad yang dikatakannya sebagai pekerjaan syetan, namun kelompok Submitter ini ternyata tidak konsisten dengan pendapat mereka. Kelompok ini mewajibkan juga shalat, yang mereka katakan dengan istilah contact prayer. Dalam petunjuk pelaksanaan contact prayer ini, mereka ternyata tetap menggunakan tatacara yang telah disampaikan melalui hadits-hadits Nabi yang mereka dustakan sendiri. Silahkan lihat di http://www.submission.org/salat-how.html. Meskipun beberapa bacaan shalat diklaimnya berasal dari Al-Quran lansung (misalnya doa saat rukuk, sujud, iktidal, dll) namun dari manakah RK dan kelompoknya mengetahui bahwa doa-doa tersebut dibaca pada saat tertentu dan bukan pada saat yang lain?

Dalam mendukung teorinya tentang mukjizat dalam bentuk angka-angka tersebut, tak segan RK membuang beberapa ayat dalam surat At Tawbah. Beberapa orang juga telah melakukan pengecekan terhadap terjemahan Al Quran yang dibuat oleh RK dan ternyata ditemukan beberapa penyimpangan yang disengaja demi untuk memenuhi pembuktian teorinya tentang mukjizat angka-angka (http://64.70.134.35/rk_dont_addup.htm).