09 October 2009

Gempa dan TV

Gempa Sumatera menjadi pemberitaan penting media massa cetak dan elektronik sejak terjadinya. Dua media elektronik yang begitu gencar memberitakan dan mengulas gempa tersebut adalah Metro TV dan TV One. Tapi sayang, pemberitaannya dikemas lebih mirip infotainment dan bukan berita. Wawancara ini dan itu yang begitu panjang dengan pertanyaan yang bertele-tele. Tambah lagi tayangan-tayangannya nampak begitu vulgar menampilkan mayat, potongan tubuh yang terjepit yang ditampilkan apa adanya.

Padahal biasanya gambar jenazah manusia jika ditampilkan di layar diproses gambarnya sehingga tidak nampak jelas. Apa sebenarnya yang dituju dari menampilkan gambar-gambar vulgar semacam itu? Tidak cukupkah deskripsi kemalangan dan kehancuran, korban jiwa yang banyak hanya dengan narasi. Bagaimana anak-anak yang masih kecil menyaksikan tubuh terjepit bangunan, tubuh yang berlumur darah potongan tangan, kaki dan lain sebagainya? Apakah penayangan semacam itu memberi manfaat bagi korban gempa?

Ke mana sebenarnya arah dan tujuan acara berita di TV yang dulunya berfungsi memberi informasi akurat dan tepat. Sekarang, telah campur baur antara FAKTA dan OPINI.