03 October 2006

Beberapa catatan tentang Isa AS

Kenapa Isa AS dalam Al Quran disebut sebagai Isa ibn Maryam?

Pendapat umum menyebutkan bahwa ini menjadi penanda bahwa Isa lahir tanpa orangtua laki-laki, sesuatu yang diyakini sebagai mukjizat Isa AS. Namun menurut Maulana Muhammad Ali, dalam tafsirnya, penyebutan Isa ibn Maryam sama sekali tidak memberi arti bahwa beliau tidak mempunyai orangtua laki-laki. MMA membandingkan dengan kisah Nabi Musa yang juga banyak disebut dalam Al Quran. Dalam kisah Musa pun tidak pernah disebutkan tentang orangtua laki-lakinya. Yang disebut oleh Al Quran adalah ibu nabi Musa. Padahal, kita tidak pernah menganggap bahwa Musa tidak mempunyai orangtua laki-laki. Dengan alasan demikian, menurut MMA, penyebutan 'ibn Maryam' tidak berarti bahwa Isa tidak mempunyai bapak.

Selanjutnya, masih menurut MMA yang meyakini bahwa Isa mempunyai orangtua laki-laki yaitu Yusuf sebagaimana diceritakan oleh Bibel, Maryam lebih dikenal daripada Yusuf. Itu sebabnya, Isa lebih dikenal dengan sebutan 'ibn Maryam'.

Lantas kenapa hanya Nabi Isa yang mendapat tambahan sebutan nama orangtua di belakang namanya? Kenapa Nabi-nabi lain yang diceritakan dalam Al Quran tidak pernah disebutkan nama orangtuanya?

Berkenaan dengan hal ini, menurut MMA hal ini ditujukan untuk membantah keyakinan orang Nasrani yang meyakini bahwa Isa adalah anak Tuhan, atau mempunyai sifat-sifat ketuhanan. Dengan menyebutkan nama orangtua di belakang nama Isa, maka Al Quran menunjukkan bahwa Isa, sebagaimana nabi-nabi yang lain adalah seorang manusia. Ibunya pun manusia. Dan dengan penyebutan seperti itu, Al Quran mengajak orang-orang Nasrani untuk berpikir apakah seorang manusia yang dilahirkan oleh manusia pantas untuk menjadi tuhan atau mempunyai sifat-sifat ketuhanan. Nabi-nabi yang lain tidak pernah mendapat perlakuan sebagaimana Isa yang dianggap tuhan atau anak tuhan oleh orang Nasrani, sehingga wajar saja nama orangtua mereka tidak disebut mengiringi nama mereka.

MMA lebih jauh juga menguatkan pendapatnya dengan mengambil landasan ayat dalam Al Quran yang menyebutkan bahwa penciptaan Isa adalah seperti penciptaan Adam. Dalam hal ini, menurut MMA, Adam berarti mengacu pada manusia secara keseluruhan. Artinya penciptaan Isa sama sebagaimana penciptaan manusia lainnya. Tidak ada khusus dalam penciptaan Isa. Dengan demikian, MMA berpendapat bahwa tak ada hal yang menyimpang dari kebiasaan pada proses penciptaan Isa. Isa dilahirkan melalui proses yang sama dengan manusia-manusia lainnya, yaitu lewat perkawinan kedua orangtuanya.

Tapi kenapa dalam salah satu ayat Al Quran diceritakan tentang keheranan Maryam saat diberitahu akan mempunyai anak padahal saat itu belum ada lelaki yang menggaulinya?

Ini sama sekali tidak dapat digunakan sebagai landasan untuk menyatakan bahwa Maryam mengandung Isa tanpa perkawinan dengan laki-laki. Menurut MMA, saat diberitahu oleh Malaikat tentang ketetapan Allah yang akan menganugerahinya anak laki-laki, Maryam belum menikah. Tapi Allah menunjukkan bahwa kehendakNya akan terwujud dan bagi Allah hal itu sangat mudah. Terwujudnya kehendak Allah pada masa yang akan datang bisa jadi tampak mustahil bila dilihat dari kacamata saat ini. Dalam konteks inilah keheranan Maryam tersebut harus dipahami. Allah akan mewujudkan kehendakNya dan akan menyiapkan jalan untuk terwujudnya kehendak itu. Artinya, melalui kabar yang dibawa oleh malaikat, Allah menyampaikan pada Maryam bahwa kelak ia akan menikah dan mempunyai anak laki-laki.

Jadi, sekali lagi menurut MMA tidak ada keanehan dalam proses kelahiran Isa. Isa lahir sebagaimana manusia lainnya, dari proses perkawinan laki-laki dan perempuan.