13 October 2005

Pemilu Jepang

Di Jepang baru saja diadakan pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat di majelis rendah. Hasil pemilu yang dilakukan pada hari Minggu tanggal 11 Sepetember yang lalu tersebut telah diketahui dan Liberal Democrat Party (LDP, Jimintou) pimpinan PM Koizumi memperoleh mayoritas mutlak suara.

Kemenangan PM Koizumi ini membukan jalan baginya untuk terus menggulirkan program reformasi ekonomi yang berpusat pada swastanisasi perusahaan pos. Perusahaan POS di Jepang mempunyai peran yang sangat besar dalam menggerakkan perekonomian rakyat karena mempunyai jasa perbankan yang cakupannya meluas sampai ke pelosok-pelosok.

Awalnya reformasi ekonomi PM Koizumi ini mendapat tentangan dari lawan-lawan politiknya di mejelis rendah. Bahkan beberapa orang anggota partainya membelot saat pemungutan suara di majelis rendah bulan lalu. PM Koizumi menantang parlemen untuk meminta suara rakyat dengan membubarkan parlemen dan mempercepat pemilu. Setelah itu suasana politik nampak memanas dengan berdirinya partai baru yang diisi oleh orang-orang yang membelot dari LDP.

Hampir setiap hari menjelang pemilihan umum tersebut berita di TV berisi tentang berita-berita politik, diskusi yang dilakukan para pimpinan partai politik. Salah satu tokoh yang menentang PM Koizumi adalah pimpinan partai oposisi (Partai Demokrat), yaitu Okada. Dengan gaya yang khas, Okada selalu menyerang kebijakan Koizumi.

Pengamat mengatakan bahwa tantangan Koizumi untuk mengadakan pemilihan umum adalah seperti seorang samurai yang menantang lawan-lawannya untuk berduel dan ternyata Koizumi memenangkan duel tersebut. Fokus kampanye dalam pemilihan umum ini adalah soal reformasi ekonomi tersebut, sedangkan kebijakan-kebijakan lainnya dari pemerintahan Koizumi sepertinya tidak terlalau menarik untuk dibahas. Ternyata ini juga merupakan strategi cerdik Koizumi, sehingga baginya, pemilihan ini lebih merupakan semacam referendum atas program reformasi ekonominya. Padahal, menurut pengamat ada banyak sisi yang dapat diserang dari kebijakan pemerintahan Koizumi seperti kedekatannya dengan pemerintahan Bush, pengiriman pasukan ke Irak dan lain sebagainya. Tapi karena kecerdikan Koizumi, topik kampanye lawan-lawan politiknya hanyalah seputar reformasi ekonomi tersebut.

Okada, pimpinan partai oposisi yang kalah telak dalam pemilihan tersebut dikabarkan akan mengundurkan diri dari pimpinan partai setelah hasil resmi pemilihan umum diperoleh. Kemenangan Koizumi kali ini merupakan kemenangan terbesar LDP dalam 15 tahun terakhir. Hasil pemilu kali ini, memungkinkan LDP memerintah tanpa memerlukan koalisi di parlemen.

Selamat untuk PM Koizumi.......